Bahaya Konsumsi Obat Aborsi Tanpa Resep Dokter

DWQA QuestionsCategory: QuestionsBahaya Konsumsi Obat Aborsi Tanpa Resep Dokter
Halodoc asked 2 weeks ago

tidak terdefinisi

Halodoc ,  Jakarta – Di Indonesia, praktik aborsi masih ilegal. Hal ini hanya boleh dilakukan pada kondisi darurat medis, yang jika tidak dilakukan bisa membahayakan ibu atau janin, serta pada korban perkosaan. Karena ilegal, banyak wanita yang akhirnya memilih “jalan pintas” untuk mengatasi  kehamilan  yang tidak diinginkan, seperti minum obat aborsi.
Sayangnya, penggunaan obat aborsi tanpa pengawasan kesehatan berbahaya. Bahkan, pada beberapa kasus yang bisa berakibat fatal dan kejadian pada nyawanya. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak pembahasan berikut!
Baca juga:  5 Jenis Makanan Sehat untuk Ibu Hamil
Pahami Bahaya Penggunaan Obat Aborsi yang Dijual Bebas
Saat ini, ada banyak produk obat aborsi yang dijual “gelap” atau tanpa resep dokter. Perlu diketahui, obat tersebut bukan obat yang diracik khusus untuk menggugurkan kandungan. Misoprostol misalnya, sebenarnya diproduksi untuk mengobati tukak lambung. 
Namun, obat tersebut diketahui memicu kontraksi dan meluruhkan dinding rahim. Kondisi ini bisa berefek pada gugurnya janin jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Aborsi yang dilakukan dengan obat misoprostol biasanya digunakan saat usia kehamilan di bawah 12 minggu atau 3 bulan. 
Pada beberapa kasus, misoprostol digunakan bersamaan dengan obat lain, seperti mifepristone. Namun, mifepristone cenderung sulit didapat dan harganya jauh lebih mahal daripada misoprostol, sehingga banyak orang yang menggunakan misoprostol saja.
Lalu, apakah berbahaya konsumsi obat aborsi tanpa pengawasan dokter? Tentu saja, iya. Sebab, hanya dokter dan tenaga kesehatan yang bisa menentukan apakah obat-obatan tersebut aman dikonsumsi. 
Baca juga: 4 Tanda Kurang Gizi selama Kehamilan
Selain itu, dibutuhkan saran dari dokter terkait seberapa besar dosis yang harus digunakan, aturan pemakaian, dan obat-obatan lain yang harus dikonsumsi untuk meredakan gejala yang muncul akibat gugurnya janin. Jadi, jika obat aborsi digunakan tanpa anjuran dan pengawasan dokter, risiko efek samping yang berbahaya akan semakin besar.
Efek Samping Obat Aborsi Tanpa Pengawasan Dokter
Ada beberapa efek samping lain yang dialami dalam menggunakan obat aborsi tanpa pengawasan dokter, seperti:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Kram perut.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Sakit kepala.
  • Perut terasa begah.

Selain berbagai efek samping tersebut, menggunakan obat aborsi tanpa pengawasan dokter atau petugas medis juga bisa menyebabkan kematian. Kasus kematian karena obat aborsi biasanya diakibatkan oleh perdarahan hebat yang tidak segera mendapatkan penanganan.
Bahkan, pada beberapa kasus yang tercatat dalam jurnal Obstetrics and Gynecology, overdosis akibat obat aborsi juga bisa berisiko kematian, karena dapat memicu gagal jantung.
Baca juga: 6 Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Trimester Awal Kehamilan
Selain itu, kamu juga mungkin mengalami reaksi alergi serius atau syok anafilaktik terhadap kandungan tertentu dalam obat aborsi yang dikonsumsi tanpa pengawasan dokter. Perlu diketahui, syok anafilaktik bisa menyebabkan hilang kesadaran hingga kematian.
Terlebih, penggunaan obat aborsi juga tidak menjamin pengguguran janin secara sempurna. Pada beberapa kasus, jika janin tidak digugurkan dengan sempurna, sang ibu berisiko mengalami infeksi. Janin juga ada kemungkinan tetap tumbuh dengan kecacatan atau kelainan.
Sebenarnya apabila dilakukan oleh dokter ahli, dengan prosedur yang benar, serta alasan medis yang tepat, aborsi umumnya aman dan kamu bisa hamil lagi di kemudian hari.
Namun, jika prosedur aborsi dilakukan tanpa pengawasan dokter, akan ada risiko rusaknya organ reproduksi yang bisa memengaruhi kesuburan dan peluang hamil lagi.
Itulah sedikit penjelasan mengenai bahaya penggunaan obat aborsi tanpa pengawasan dokter. Jika kamu butuh informasi lebih lanjut,  unduh  aplikasi  Halodoc  dan gunakan untuk bertanya pada  dokter , kapan dan di mana saja.

Top